Pages

Minggu, 11 Mei 2014

Hikmatul Iman satlat STIE Tridharma (HITRA) Hiking Lembang – Tangkuban Parahu

Bandung 03 Mei 14, tepatnya hari sabtu hikmatul iman satlat STIE Tridharma yang sering kami sebut HITRA melakukan kegiatan hiking dengan jurusan Lembang – Tangkuban Parahu :D. Perjalanan hiking ini sangat panjang, penuh dengan tragedi dan moment yang sangat Amazing lohhh ... yukk mari disimak ...
Awal perjalanan anggota hitra berkumpul di terminal ledeng jam 06:00 wib, yaa .. seperti biasa dimana ada kata menunggu yang ngaret selalu ada kali yaaa ... :D. Setelah menunggu,, menunggu,, dan menunggu akhirnya sekitar jam 06:30 wib terkumpullah 15 orang anggota hitra yang ikut hiking dan kamipun langsung bergegas menaiki angkot yang telah kami carter. saat semua telah nyaman diposisinya masing-masing dan siap untuk berangkat, tiba,, tiba,, :o secara mengejutkan muncul asap misterius yang ternyata muncul dari bawah jok depan yang diduduki anggota hitra. Seketika kepanikan melanda pada sebagian anggota hitra yang akhirnya semua memutuskan untuk keluar dari mobil itu. Selidik punya selidik, ternyata asap tersebut berasal dari mesin mobil, ntah apa yang terjadi namun yang pasti kami menunda keberangkatan selama 15 menit. Setelah sang supir memastikan mobilnya telah aman tuk melaju, kamipun segera naik dan langsung berangkat menuju lembang. Tepatnya jam 08:05 kami tiba di daerah Pojok girang ds.Cikahuripan Lembang, yaitu rumah kang juliansyah, dia salah satu anggota hikmatul iman juga dan dialah pemandu perjalan kami kali ini ... hoorree ..
Disinilah perjalanan hiking dimulai 08:15 jumlah anggota yang ikutpun bertambah 3 orang .... Ayoo hitra ready goo .... penyelusuran indahnya Hutan Lembang kami jalankan (Laksanakan) ;).
Dengan semangat yang menggebu di setiap benak para anggota hitra, langkah demi langkah kami jejakkan mulai meninggalkan pemukiman menuju hutan. Perjalan pertama kami melewati perkebunan milik warga yang subhannalllah ... suburr bingiits :v, setelah itu kami melewati perkebunan karet, pohonnya tak banyak sih tapi disini jalannya sudah mulai menanjak dan pemandangan yang disuguhkannya pun sudah mulai memanjakan mata.
Setelah 40 menit perjalanan kami berhenti sejenak di sebuah jalan besar yang masih beralaskan tanah, yang biasanya dipakai lalu lalang masyarakat baik itu aktivitas keluar masuk hutan ataupun pengendara motor gunung gituu dh.. Tak lama sih, cuman 5 menitan lah kami berhenti, setelah itu kami lanjutkan lagi dh perjalanan menuju hutan yang sesungguhnya. Come on.
Melangkah,, melangkah,, itulah yang kami lakukan. Menyelusuri jalan setapak yang licin dengan guguran daun berwarna coklat yang berserakan dan dengan pohon yang rindang dikiri dan kanan kami. Waktu terus melaju dan menunjukan pukul 10:15 wib dan itu baru ¼ dari perjalanan kami. Selama itu kami masih bisa bercanda, tertawa, bernyanyi-nyanyi, bahkan bernarsis-narsis ria, yaa... maklum lah sebagai orang yang ngakunya kekinian setiap moment tuh harus selalu di abadikan ^_^.
Waahhh ... >:( serentak semua terperangah melihat kondisi jalan yang sudah mulai menanjak terjal, berjurang, licin dan hanya ada pohon-pohon dikiri dan kananlah yang menjadi pegangan kami. Situasi berubah menjadi siaga satu, kehati-hatian ditingkatkan, kerjasamapun sangat dibutuhkan disini. Namun, yang paling penting dari situasi ini adalah “Don’t Panic”.
Tanpa menyerah kami melanjutkan perjalan ini, bagaimanapun jalannya kami lewati dengan terus berusaha dan pastinya dengan ceria. Walaupun, banyak tragedi yang terjadi diantaranya, jatuh tiarap saat menaiki tanjakkan, terperosok saat menuruni lembah, sampai ada yang hampir terjatuh ke dalam jurang. Wih, pokoknya semua yang ikut hiking ini pasti merasakan bagaimana jatuh. Ini amazing bagi kami... bahkan ada beberapa anggota sampai sepasang sepatunya rusak dan juga sampai harus merelakan sandalnya karena putus akibat istimewanya perjalanan ini.
Hari sudah siang kecepatan langkah kami mulai berkurang setelah menaiki dan menuruni alur hutan. berhubung jarak menuju tangkuban parahu sudah mulai dekat, akhirnya pada jam 13:10 kami memutuskan beristirahat untuk memakan bekal yang kami bawa dari rumah terlebih dahulu untuk mengisi energi kembali.
Setelah makan kami berbincang – bincang terlebih dahulu hingga barulah sekitar jam 13:35 kami melanjutkan perjalanan menuju tangkuban parahu. Namun perjalanan kali ini berbeda, kami tidak melalui jalur hutan lagi, karen kami sudah menemukan jalan raya menuju tangkuban parahu. Yeyeyeye .. ^_^. Kamipun bersemangat kembali melanjutkan perjalanan, hmmmm ... walaupun baju kami kotor-kotor tapii ... tak peduli lah yang penting sebentar lagi kami sampai di tangkuban parahu.
Eeehhh stopp ..pengelola tangkuban parahunya ternyata udah ganti. Wah, kami kurang uptodate nih. Dulu warga/pejalan kaki boleh masuk tanpa dipungut biaya, sekarang warga/pejaan kaki itu disamakan dengan para wisatawan, jadi sama-sama harus dipungut biaya. Ooohhh udah ganti yaaa -_- ? ya... sudah lah tak apeu :p
Waktu menjukan pukul 14:15, yeaa ... alhamdulillah sampe juga ditangkuban parahu ^_^
Sesampainya disana kami langsung berkumpul dahulu Dan setelah itu kami berpencar deh melakukan apapun yang kami mau, ada yang memanfaatkannya  untuk berphoto, sekedar keliling-keliling, dan ada juga yang memasuki Goa untuk mencari Anomali Magnetik.
Kabut semakin menebal, suhu mulai dingin, Tak lama kami di tangkuban parahu jam 15:15 kami berkumpul dan memutuskan untuk segera pulang karena hari sudah semakin sore dan kami akan melewati hutan kembali, namun dengan jalur yang berbeda dan lebih cepat.
Perjalanan kali ini ditemani oleh kabut, ulala indahnya kece bingits >.< ....
hmmp, perjalanan kali ini sedikit berbeda, para anggota lebih banyak diam tak seperti waktu keberangkatan, udah pada cepe kali yaa ... kami kira saat perjalanan pulang tidak akan ada tragedi lagi ternyata ada juga. Saat ditengah perjalanan, ada pohon tumbang yang menutupi jalur yang kami lewati. Aduh, akhirnya kami mencari jalan lain untuk melewatinya. Namun, setelah kami berhasil menemukan jalan melewati pohon tumbang tersebut kami dibingungkan lagi dengan adanya jalan yang bercabang. Kata pemandu ikutin saja jalan yang ada tali rapia merah. Nah loh, di kedua jalan tersebut terdapat tali rapia yang sama, bingung dh lewat mana. Dan akhirnya dua orang pemandu berpisah memastikan jalan yang benar yang mana. Yang satu ke kiri yang satu lagi ke kanan, ehh ternyata jalur yang benar ke kanan, Duhh sengguh membingugkan.
Eeeittsss ...jalan udah benar nih, tapi... pemandu satu lagi kemana yaa??? Kami pun terus memanggil-manggil namanya “kang juli... kang juli ...” namun, kenapa tak ada jawaban juga. Kami heran kemana perginya, dan akhirnya 10 menit kemudian terdengarlah suaranya. Alhamdulillah ternyata kang juli tidak hilang, hanya berlari mencari jalan keluar :D. Kami berjalan dan terus berjalan lelah mulai melanda tapi hutan tak hentinya menyuguhkan keadaan alam yang sesuatu, yaa seperti jalan yang berlumpur yang harus kami lalui.
Lagi - lagi ada beberapa anggota yang terpeleset saat melintasi jalan berlumpur, aduh tak hentinya yah rintangan ini. Akhirnya bye jalan berlumpur semoga tak ada lagi jalan seperti itu. Mungkin, kami sudah merasa lelah, akhirnya kami beristirahat sejenak meluruskan kaki-kaki ini untuk beristirahat. Yaa seperti biasa hanya beberapa menit kami langsung berjalan lagi meneruskan perjalanan.
Ketika kami telah menemukan jalan besar yang dimana jalan itu adalah jalan yang sama pada saat keberangkatan, kami pun bergegas mempercepat langkah kami bahkan sebagian anggota ada yang berlari agar cepat sampai ditujuan (kembali ke pojok girang).
17:45 wib, alhamdulillah kami sampai  kembali didaerah Pojok girang. Horeeee ... ^_^ Tapi,, tapi ,, sebelum kami kembali ke ledeng kami istirahat dulu sebentar di rumah kang Juli, yaa sekedar bersih-bersih dulu lah dan sebelum kami pulang, yang punya rumah ternyata dengan berbaik hati telah menyediakan hidangan yang lezat untuk kami santap. Baru deh sekitar jam 18:30 kami pun pulang menuju Ledeng menggunakan angkot yang menjemput kami. Dan jam 19:30 sampailah kami di ledeng, dan dari ledeng saatnya kami berpisah pulang kerumah masing-masing. Byeee .. .
Wahhh ,sungguh pengalaman yang menakjubkan. cukup segini yaa cerita dari HITRA... dan tunggu saja cerita selanjutnya dari HITRA ^_^.

Lampiran:
·         Photo sepanjang perjalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar