Bandung
03 Mei 14, tepatnya hari sabtu hikmatul iman satlat STIE Tridharma yang sering
kami sebut HITRA melakukan kegiatan hiking dengan jurusan Lembang – Tangkuban
Parahu :D. Perjalanan hiking ini sangat panjang, penuh dengan tragedi dan
moment yang sangat Amazing lohhh ... yukk mari disimak ...
Awal
perjalanan anggota hitra berkumpul di terminal ledeng jam 06:00 wib, yaa ..
seperti biasa dimana ada kata menunggu yang ngaret selalu ada kali yaaa ... :D.
Setelah menunggu,, menunggu,, dan menunggu akhirnya sekitar jam 06:30 wib
terkumpullah 15 orang anggota hitra yang ikut hiking dan kamipun langsung
bergegas menaiki angkot yang telah kami carter. saat semua telah nyaman
diposisinya masing-masing dan siap untuk berangkat, tiba,, tiba,, :o secara
mengejutkan muncul asap misterius yang ternyata muncul dari bawah jok depan
yang diduduki anggota hitra. Seketika kepanikan melanda pada sebagian anggota
hitra yang akhirnya semua memutuskan untuk keluar dari mobil itu. Selidik punya
selidik, ternyata asap tersebut berasal dari mesin mobil, ntah apa yang terjadi
namun yang pasti kami menunda keberangkatan selama 15 menit. Setelah sang supir
memastikan mobilnya telah aman tuk melaju, kamipun segera naik dan langsung
berangkat menuju lembang. Tepatnya jam 08:05 kami tiba di daerah Pojok girang
ds.Cikahuripan Lembang, yaitu rumah kang juliansyah, dia salah satu anggota
hikmatul iman juga dan dialah pemandu perjalan kami kali ini ... hoorree ..
Disinilah
perjalanan hiking dimulai 08:15 jumlah anggota yang ikutpun bertambah 3 orang
.... Ayoo hitra ready goo .... penyelusuran indahnya Hutan Lembang kami jalankan
(Laksanakan) ;).
Dengan
semangat yang menggebu di setiap benak para anggota hitra, langkah demi langkah
kami jejakkan mulai meninggalkan pemukiman menuju hutan. Perjalan pertama kami
melewati perkebunan milik warga yang subhannalllah ... suburr bingiits :v,
setelah itu kami melewati perkebunan karet, pohonnya tak banyak sih tapi disini
jalannya sudah mulai menanjak dan pemandangan yang disuguhkannya pun sudah
mulai memanjakan mata.
Setelah
40 menit perjalanan kami berhenti sejenak di sebuah jalan besar yang masih
beralaskan tanah, yang biasanya dipakai lalu lalang masyarakat baik itu
aktivitas keluar masuk hutan ataupun pengendara motor gunung gituu dh.. Tak
lama sih, cuman 5 menitan lah kami berhenti, setelah itu kami lanjutkan lagi dh
perjalanan menuju hutan yang sesungguhnya. Come on.
Melangkah,,
melangkah,, itulah yang kami lakukan. Menyelusuri jalan setapak yang licin
dengan guguran daun berwarna coklat yang berserakan dan dengan pohon yang
rindang dikiri dan kanan kami. Waktu terus melaju dan menunjukan pukul 10:15
wib dan itu baru ¼ dari perjalanan kami. Selama itu kami masih bisa bercanda,
tertawa, bernyanyi-nyanyi, bahkan bernarsis-narsis ria, yaa... maklum lah
sebagai orang yang ngakunya kekinian setiap moment tuh harus selalu di abadikan
^_^.
Waahhh
... >:( serentak semua terperangah melihat kondisi jalan yang sudah mulai
menanjak terjal, berjurang, licin dan hanya ada pohon-pohon dikiri dan kananlah
yang menjadi pegangan kami. Situasi berubah menjadi siaga satu, kehati-hatian
ditingkatkan, kerjasamapun sangat dibutuhkan disini. Namun, yang paling penting
dari situasi ini adalah “Don’t Panic”.
Tanpa
menyerah kami melanjutkan perjalan ini, bagaimanapun jalannya kami lewati
dengan terus berusaha dan pastinya dengan ceria. Walaupun, banyak tragedi yang
terjadi diantaranya, jatuh tiarap saat menaiki tanjakkan, terperosok saat
menuruni lembah, sampai ada yang hampir terjatuh ke dalam jurang. Wih, pokoknya
semua yang ikut hiking ini pasti merasakan bagaimana jatuh. Ini amazing bagi
kami... bahkan ada beberapa anggota sampai sepasang sepatunya rusak dan juga
sampai harus merelakan sandalnya karena putus akibat istimewanya perjalanan ini.
Hari
sudah siang kecepatan langkah kami mulai berkurang setelah menaiki dan menuruni
alur hutan. berhubung jarak menuju tangkuban parahu sudah mulai dekat, akhirnya
pada jam 13:10 kami memutuskan beristirahat untuk memakan bekal yang kami bawa
dari rumah terlebih dahulu untuk mengisi energi kembali.
Setelah
makan kami berbincang – bincang terlebih dahulu hingga barulah sekitar jam
13:35 kami melanjutkan perjalanan menuju tangkuban parahu. Namun perjalanan
kali ini berbeda, kami tidak melalui jalur hutan lagi, karen kami sudah
menemukan jalan raya menuju tangkuban parahu. Yeyeyeye .. ^_^. Kamipun
bersemangat kembali melanjutkan perjalanan, hmmmm ... walaupun baju kami
kotor-kotor tapii ... tak peduli lah yang penting sebentar lagi kami sampai di
tangkuban parahu.
Eeehhh
stopp ..pengelola tangkuban parahunya ternyata udah ganti. Wah, kami kurang
uptodate nih. Dulu warga/pejalan kaki boleh masuk tanpa dipungut biaya,
sekarang warga/pejaan kaki itu disamakan dengan para wisatawan, jadi sama-sama
harus dipungut biaya. Ooohhh udah ganti yaaa -_- ? ya... sudah lah tak apeu :p
Waktu
menjukan pukul 14:15, yeaa ... alhamdulillah sampe juga ditangkuban parahu ^_^
Sesampainya
disana kami langsung berkumpul dahulu Dan setelah itu kami berpencar deh
melakukan apapun yang kami mau, ada yang memanfaatkannya untuk berphoto,
sekedar keliling-keliling, dan ada juga yang memasuki Goa untuk mencari Anomali
Magnetik.
Kabut
semakin menebal, suhu mulai dingin, Tak lama kami di tangkuban parahu jam 15:15
kami berkumpul dan memutuskan untuk segera pulang karena hari sudah semakin
sore dan kami akan melewati hutan kembali, namun dengan jalur yang berbeda dan
lebih cepat.
Perjalanan
kali ini ditemani oleh kabut, ulala indahnya kece bingits >.< ....
hmmp,
perjalanan kali ini sedikit berbeda, para anggota lebih banyak diam tak seperti
waktu keberangkatan, udah pada cepe kali yaa ... kami kira saat perjalanan
pulang tidak akan ada tragedi lagi ternyata ada juga. Saat ditengah perjalanan,
ada pohon tumbang yang menutupi jalur yang kami lewati. Aduh, akhirnya kami
mencari jalan lain untuk melewatinya. Namun, setelah kami berhasil menemukan
jalan melewati pohon tumbang tersebut kami dibingungkan lagi dengan adanya
jalan yang bercabang. Kata pemandu ikutin saja jalan yang ada tali rapia merah.
Nah loh, di kedua jalan tersebut terdapat tali rapia yang sama, bingung dh
lewat mana. Dan akhirnya dua orang pemandu berpisah memastikan jalan yang benar
yang mana. Yang satu ke kiri yang satu lagi ke kanan, ehh ternyata jalur yang
benar ke kanan, Duhh sengguh membingugkan.
Eeeittsss
...jalan udah benar nih, tapi... pemandu satu lagi kemana yaa??? Kami pun terus
memanggil-manggil namanya “kang juli... kang juli ...” namun, kenapa tak ada
jawaban juga. Kami heran kemana perginya, dan akhirnya 10 menit kemudian
terdengarlah suaranya. Alhamdulillah ternyata kang juli tidak hilang, hanya
berlari mencari jalan keluar :D. Kami berjalan dan terus berjalan lelah mulai
melanda tapi hutan tak hentinya menyuguhkan keadaan alam yang sesuatu, yaa
seperti jalan yang berlumpur yang harus kami lalui.
Lagi -
lagi ada beberapa anggota yang terpeleset saat melintasi jalan berlumpur, aduh
tak hentinya yah rintangan ini. Akhirnya bye jalan berlumpur semoga tak ada lagi jalan seperti
itu. Mungkin, kami sudah merasa lelah, akhirnya kami beristirahat sejenak
meluruskan kaki-kaki ini untuk beristirahat. Yaa seperti biasa hanya beberapa
menit kami langsung berjalan lagi meneruskan perjalanan.
Ketika
kami telah menemukan jalan besar yang dimana jalan itu adalah jalan yang sama
pada saat keberangkatan, kami pun bergegas mempercepat langkah kami bahkan
sebagian anggota ada yang berlari agar cepat sampai ditujuan (kembali ke pojok
girang).
17:45
wib, alhamdulillah kami sampai kembali didaerah Pojok girang. Horeeee ...
^_^ Tapi,, tapi ,, sebelum kami kembali ke ledeng kami istirahat dulu sebentar
di rumah kang Juli, yaa sekedar bersih-bersih dulu lah dan sebelum kami pulang, yang punya rumah
ternyata dengan berbaik hati telah menyediakan hidangan yang lezat untuk kami
santap. Baru deh sekitar jam 18:30 kami pun pulang menuju Ledeng menggunakan
angkot yang menjemput kami. Dan jam 19:30 sampailah kami di ledeng, dan dari
ledeng saatnya kami berpisah pulang kerumah masing-masing. Byeee .. .
Wahhh
,sungguh pengalaman yang menakjubkan. cukup segini yaa cerita dari HITRA... dan
tunggu saja cerita selanjutnya dari HITRA ^_^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar